WEB SERVER
Pengertian Web Server
Secara singkat,
pengertian web server adalah perangkat lunak yang memberikan layanan atau
service kepada client untuk menerima request HTTP maupun HTTPS dari client yang
dikenal. Client yang dimaksud adalah web browser
(semisal: Internet
Explorer, Google Chrome, Mozilla Firefox). Setelah itu, web server akan
mengirimkan request yang diminta oleh client dalam bentuk halaman web, yang
secara umum berbentuk dokumen HTML.
HomeInternetPengertian Web Server Beserta Fungsi,
Cara Kerja dan Contoh Web Server
Pengertian Web Server Beserta Fungsi, Cara Kerja dan
Contoh Web Server Nadira Aliya
Internet No Comments
Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai
pengertian web server, fungsi web server, cara kerja web server, serta
contoh-contohnya. Di era digital ini, internet seperti telah menjadi kebutuhan
primer yang wajib dipenuhi semua orang. Setiap kali pengguna internet
menggunakan browser untuk menjelajahi internet, sebetulnya saat itu browser
yang digunakan berperan sebagai klien yang mengirimkan permintaan kepada web
server. Namun tahukah Anda, apa sebetulnya yang dimaksud dengan web server?
Fungsi Web Server
Fungsi utama dari web server adalah untuk melakukan
atau mentransfer berkas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang
telah ditentukan sedemikian rupa. Halaman web yang diminta terdiri dari berkas
teks, video, gambar, file dan banyak lagi. Salah satu contoh dari Web Server
adalah Apache.
Apache (Apache Web Server – The HTTP Web Server)
merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di Internet. Program ini
pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Apache mempunyai
program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan layanan yang cukup
lengkap bagi penggunanya. Beberapa dukungan Apache :
·
PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext
Processor)
Program dengan metode semacam CGI, yang memproses
teks dan bekerja di server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai
salah satu modulnya (mod_php).
·
Kontrol Akses
Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host
atau nomor IP CGI (Common Gateway Interface). Yang paling terkenal untuk
digunakan adalah PERL (Practical Extraction and Report Language), didukung oleh
Apache dengan menempatkannya sebagai modul (mod_perl)
Cara kerja dari web server
Dalam protokol HTTP, web server berperan sebagai
pihak server, sementara web browser berperan sebagai pihak klien. Saat seorang
pengguna internet memasukkan sebuah alamat website melalui browser tertentu
(IE, Chrome, atau Firefox), maka selanjutnya browser akan memproses permintaan
tersebut dengan mengirimkannya ke web server sesuai alamat yang diminta,
kemudian menunggu hasilnya untuk beberapa saat.
Jika ternyata yang diminta oleh pengguna adalah
sebuah dokumen, maka web server akan langsung mengirimkan dokumen tersebut ke
browser yang digunakan. Namun jika dokumen yang diminta mengandung program
server side, selanjutnya web server akan menjalankan program server side
tersebut dan mengirimkan hasilnya dalam bentuk HTML.
Contoh Web Server
Setelah memahami pengertian web server, fungsi dan
cara kerjanya, kini kita akan beranjak mengenal berbagai macam contoh web
server yang yang paling umum dan populer. Berikut merupakan di antaranya :
1. Apache
apacheApache merupakan salah satu jenis web server
yang paling banyak digunakan di internet. Awalnya, apache didesain untuk sistem
operasi UNIX. Apache sendiri memiliki beberapa macam dukungan seperti kontrol
akses, PHP, dan SSL. Kontrol akses apache dijalankan bergantung dari nomor IP
CGI (Common Gateway Interface) atau nama host. Apache menempatkan kontrol akses
sebagai modul, dan yang paling terkenal adalah modul Perl (Practical Extraction
and Report Language). Sementara itu, PHP (Personal Home Page) merupakan sebuah
program yang menyerupai CGI, untuk memproses teks dan bekerja pada web server.
PHP pada apache web server ditempatkan sebagai salah
satu modulnya (mod_php) untuk membuat kinerja PHP lebih baik dan stabil. Apache
sendiri termasuk dalam kategori freeware, dengan proses instalasi yang relatif
mudah, dapat beroperasi pada berbagai variasi sistem operasi, mudah pengaturan
konfigurasinya hanya dengan empat file konfigurasi, dan juga mudah menambahkan
peripheral lain ke dalam platform web servernya.
2. Nginx
nginxNginx (dibaca engine x) merupakan salah satu
web server open source selain apache. Walaupun sebetulnya apache sudah begitu
populer, terdapat satu kekurangannya, yaitu tak dapat menangani kebutuhan web
server dengan traffic yang tinggi. Nginx kemudian tercipta untuk menjadi sebuah
solusi yang lebih mengedepankan performa, kemudahan, dan kecepatan. Nginx
sendiri memiliki beberapa kelebihan, di antaranya :
Arsitektur Event-Based. Berbeda dengan Apache yang
menggunakan process based, nginx menggunakan arsitektur event-based sehingga
mampu meminimilkan thread untuk memproses sebuah permintaan dari klien, yang
artinya memori yang terpakai juga menjadi lebih kecil. Server ringan dan sangat
responsif.
Performa Luar Biasa. Semakin banyak thread
digunakan, maka semakin banyak memori yang diperlukan. Dalam hal ini, nginx
telah didesain untuk menangani hingga sepuluh juta permintaan klien tiap
harinya, atau beberapa ratus permintaan per detik.
Fitur Mantap. Jika apache seperti toko serba ada
yang menyediakan produk dengan lengkap, nginx hanya menyediakan fitur-fitur
yang kebanyakan orang cari, seperti static file serving, virtual hosts, reverse
proxying, access control, URL rewriting, dsb.
3. IIS (Internet Information Services)
IISIIS merupakan web server yang digunakan dalam
Windows, terutama Windows 2000 dan Windows 2003. Web Server IIS didukung dengan
berbagai macam komponen pendukung seperti protokol karingan TCIP/IP, DNS, dan
software untuk membuat situs web. IIS sendiri sebetulnya dapat digunakan
sebagai platform tempat aplikasi web berjalan. IIS mendukung berbagai macam
protokol seperti HTTP, FTP, SMTP, NNTP, dan SSL. Kelebihannya, IIS merupakan
web server yang sangat kompatibel dengan Windows sebagai imbas dari keluaran
Microsoft, mendukung platform .NET yang hanya bisa dilakukan dengan IIS. Walau
begitu, IIS termasuk web server berbayar, cukup mudah diserang oleh para
cracker, serta keamanannya mudah ditembus.
4. Lighttpd
LighttpdLighttpd (dibaca : lightly) merupakan salah
satu jenis web server open source lainnya yang awalnya ditulis oleh programmer
berkebangsaan Jerman dalam bahasa pemrograman C. Web server yang satu ini dapat
beroperasi dalam komputer dengan sistem operasi Linux atau keluarga Unix
lainnya. Salah satu kelebihan menggunakan Lighttpd adalah kemampuannya dalam
mengatur CPU load dengan efektif, juga beberapa fitur advance lainnya seperti
SCGI, FastCGi, Output-Compression dan URL-Writing.
Komentar
Posting Komentar