Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Hukum Kemagnetan

Gambar
HUKUM KEMAGNETAN a. Gaya Lorentz Gaya Lorentz adalah gaya yang dialami sebuah penghantar yang dialiri arus listrik dalam  suatu medan magnetik yang sangat kuat. Arah gaya Lorentz ( F ) selalu tegak lurus terhadap kuat arus  (I ) dan medan magnetik ( B ). Arah arus listrik (I) ditunjukkan oleh ibu jari, arah medan magnetik (B) ditunjukkan oleh jari telunjuk, dan gaya lorentz ditunjukkan oleh jari tengah. Besar gaya lorentz bergantung pada besar medan magnetik, besar arus listrik yang mengalir, panjang kawat penghantar, dan sudut yang terbentuk antara arus listrik dan medan magnetik. Secara matematis gaya Lorentz didefinisikan dengan persamaan sebagai berikut. F = B × I × l × sin θ  ......... (7.1) Keterangan:  F  = gaya Lorentz (Newton)  B  = medan magnetik (tesla)  I  = kuat arus listrik (ampere)  l  = panjang kawat penghantar (meter)  θ  = sudut antara arah arus listrik dan arah medan magnetik Bila penghantar berarus ...

Gejala Kemagnetan

GEJALA KEMAGNETAN Pada beberapa abad yang lalu, kira-kira 600 SM, bangsa Yunani telah menemukan batuan di daerah Magnesia yang dapat menarik potongan besi dan baja. Batu inilah yang saat ini dikenal dengan nama magnet. Kemagnetan dapat diartikan sebagai tarikan sebuah magnet pada bahan-bahan magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik oleh magnet, seperti peniti, penjepit kertas, jarum, dan paku payung. Benda magnetik biasanya terbuat dari besi, baja, kobalt, dan nikel. Benda-benda yang tidak dapat ditarik magnet dinamakan benda nonmagnetik atau benda bukan magnetik seperti penghapus, sendok, kertas, pensil, pulpen, dan penggaris. Benda nonmagnetik biasanya terbuat dari tembaga, aluminium, plastik, karet, dan kayu. PENGERTIAN          - Mengenal Magnet Magnet atau magnit adalah suatu obyek yang dapat menimbulkan gejala gaya. baik gaya tari maupun g aya tolak terhadap jenis logam tertentu), besi, baja, seng dll.. ...

Arus Searah

Gambar
A.    Pengertian Arus Listrik Dan Beda Potensial Ada beberapa asas penting yang perlu di ingat dan di pahami kembali yaitu: ·        Terdapat dua jenis muatan listrik, yaitu muatan positif ( + ) dan muatan negative ( - ) ·        Muatan positif ada pada inti atom, sedangkan muatan negative ada pada electron ·        Electron dapat berpindah dari satu atom ke atom lain, sedangkan inti tidak dapat pindah ·        Atom-atom penghantar (konduktor) memiliki electron-elektron bebas yang sangat mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain di dalam penghantar itu. ·        Muatan listrik dapat bergerak (mengalir) jika ada beberapa potensial (tegangan) Dari beberapa asas tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa arus listrik ditimbulkan oleh muatan listrik yang berpindah atau muatan listrik yang bergerak. Bila dalam sua...

Arus Bolak Balik

Gambar
A. Pengertian Arus Bolak Balik Membedakan Tegangan Ac Dan Teganga Dc Arus bolak-balik atau alternating current (AC) sangat berbeda dengan arus searah. Besarnya tegangan arus searah atau direct current (DC) selalu tetap terhadap waktu, sedangkan besarnya tegangan AC selalu berubah terhadap waktu. Tegangan pada listrik arus bolak-balik membentuk sinusoidal sedangkan tegangan pada listrik arus searah membentuk garis lurus. Perbedaan tegangan DC dan AC dapat kita amati dengan menggunakan alat ukur yang disebut osiloskop. Pada tegangan AC terdapat tegangan puncak dan tegangan efektif. Tegangan puncak yaitutegangan maksimal dari listrik AC sedangkan tegangan efektif yaitu tegangan yang terukur saat diukur dengan voltmeter. Hubungan matematis antara tegangan puncak atau tegangan max dengan tegangan efektif yaitu: 2. Arus Dan Tegangan Sinusoidal      Sumber arus bolak-balik adalah generator ac yang dapat menghasilkan ggl induksi sebesar ...

TERMODINAMIKA

PENGERTIAN TERMODINAMIKA Termodinamika adalah cabang dari ilmu fisika yang mempelajari tentang proses perpindahan energi sebagai kalor dan usaha antara sistem dan lingkungan. Kalor diartikan sebagai perpindahan energi yang disebabkan oleh perbedaan suhu, sedangkan usaha merupakan perubahan energi melalui cara-cara mekanis yang tidak disebabkan oleh perubahan suhu. 2 . H UKUM - HUKUM TERMODINAMIKA Dalam termodinamika juga terdapat empat hukum dasar yang menjadi panduan dalam keseluruhan kajiannya. Hukum-hukum termodinamika tersebut antara lain: §   Hukum 0 Termodinamika: Jika dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiga sistem saling setimbang satu dengan lainnya. §   Hukum I Termodinamika: Berbicara tentang prinsip kekekalan energi yang berbunyi “Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi energi dapat diubah dari suatu bentuk energi ke bentuk energi yang lainnya”. §   Hukum II Termodinamika: Energi kalor...